Tampilkan postingan dengan label Artikel Muslimah dan Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Muslimah dan Politik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 Februari 2015

Tata Wilayah dan Kota Jakarta Pasca Banjir Teguh Kurniawan Dialog “Indonesia Siang”, TVRI Nasional, Kamis, 24 Januari 2013


Tata Wilayah dan Kota Jakarta
Pasca Banjir

Teguh Kurniawan
Dialog “Indonesia Siang”, TVRI Nasional,
Kamis, 24 Januari 2013



1.    Dampak Tata Kota yang buruk terhadap aspek sosial ekonomi.


  • Kota sebagai mesin pertumbuhan ---> daya saing kota ---> kota berkelanjutan (keseimbangan antara pembangunan ekonomi dengan pembangunan sosial dan pembangunan lingkungan).
  • Perlu ditata sehingga masyarakat dapat sejahtera berkelanjutan---> daya dukung ekologis perlu diperhatikan.
  • Kota berkelas dunia ---> kota yang layak huni, nyaman, kompetitif.
  • Ecopolis ---> kota yang bertanggungjawab, kota yang berkehidupan, kota yang partisipatif.
  • Dampak ekonomi dari berbagai masalah yang muncul ---> macet (43 trilyun /thn), banjir 2002 & 2007 (37 trilyun).


2.        Tata Wilayah dan kota Jakarta dahulu dan kini


  • Urbanisasi memberikan dampak besar terhadap kebutuhan dan penggunaan ruang (lihat pola pemanfaatan ruang dari tahun ke tahun).
  • Urbanisasi yang tidak terkendali memberikan kontribusi terhadap timbulnya berbagai bencana termasuk banjir (lihat penyebab banjir dan berbagai kajian tentang banjir.


3.        Evaluasi perencanaan tata wilayah Ibukota

  •  Inkonsistensi pembangunan dengan tata ruang dan berbagai aturan yang lain ---> membangun tidak pada tempatnya, konstruksi bangunan yang tidak sesuai aturan dan juga amdal---> corrupting behaviour.
  • Pengaturan yang belum memadai (fungsi regulasi dan instrumen pembangunan harus lebih dominan dibanding fungsi budget --> lihat Perda tentang Pajak air Tanah).

4.    Peran pemerintah pusat, pemda, swasta, dan masyarakat

a.      Pemerintah (Pusat/Daerah):


  • RTR yang berkelanjutan.
  • Pengaturan dan penerapan aturan secara konsisten (pengendalian penggunaan air tanah, pembuatan gedung dan infrastruktur, RTR)---> fungsi regulasi dan instrumen harus lebih dominan (sanksi yang tegas dan tidak hanya administratif).
  • Pengendalian banjir dan instrusi air laut.
  • Penyediaan fasilitas publik yang memadai (air bersih, transportasi).
  • Program pengawetan air.


b.      Swasta:


  • Pelaksanaan aktivitas bisnis yang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan (ramah lingkungan, amdal)


c.       Masyarakat:


  • Melaksanakan aktivitas yang berwawasan lingkungan (hemat, menjaga kebersihan)


5.        Penyebab Banjir

a.      Faktor alami
    •  Hidrologis --> curah hujan yang tinggi.
    • Topografi (dataran rendah)--> di bawah permukaan air laut.
    • Perlintasan sungai --> daerah hilir -->13 sungai.
    • Penurunan tanah secara alami.
    • Air pasang--> laut

b.    Faktor buatan (anthropogenic)

    • Penggunaan lahan --> pertumbuhan wilayah kota yang tidak terkontrol.
    • Berkurangnya daerah resapan (penyimpan) air di wilayah hulu--> banyaknya pembangunan villa, perubahan fungsi situ/waduk/danau --> RENDAHNYA DAYA SERAP AIR DI HULU.
    • Infrastruktur pengendali banjir dan perawatannya yang tidak memadai (sistem drainase, pompa) --> KECILNYA DAYA TAMPUNG DIHILIR.
    • Pendangkalan sungai akihat sampah dan pemukiman liar.
    • Berkurangnya daerah resapan.
    • Berkurangnya luas situ/waduk/rawa--> daerah resapan air.
    •  Penurunan permukaan tanah --> akibat penyedotan air tanah --> cekungan --> bervariasi menurut waktu dan lokasi, rata-rata 1-15 cm/thn-->  sejumlah kecil lokasi memiliki tingkat penurunan diatas 20-28 cm/thn.
    • 40% permukaan tanah yang berada di bawah permukaan laut.
    • Kapasitas drainase -->limpasan air.
    • Kondisai DAS + Permukaan lahan.
    • Rekayasa Teknik Lingkungan, Perombakan drainase dan pengurangan urbanisasi

6.        Perencanaan Kota

a.      Perencanaan dengan komponen geografis yang memiliki sasaran untuk menyediakan struktur spasial dari aktivitas (penggunaan lahan) secara lebih baik
b.      Memberikan perhatian kepada dampak secara spasial dari berbagai permasalahan serta koordinasi spasial dari berbagai kebijakan
c.       3 dimensi:
  • Pola kota (masyarakat, struktur, fungsi) 
  •  Aliran kota (informasi, SDA, infrastruktur dan teknologi) 
  • Kualitas kota

d.      Abidin, Hasanuddin Z, et al, 2011, “Land Subsidence of Jakarta (Indonesia) and its relation with urban development”, Net Hazard, 59, pp 1753-1771 --> Kajian 2009
  • Penurunan tanah bervariasi menurut waktu dan lokasi, rata-rata 1-15 cm/thn--> sejumlah kecil lokasi memiliki tingkat penurunan diatas 20-28 cm/thn.
  •  4 tipe penurunan tanah yang terjadi: akibat ekstraksi air tanah; beban konstruksi; konsolidasi alami dari tanah aluvial; tektonik.
  • Variasi spasial dan temporal dari penurunan tanah berhubungan erat dengan ekstraksi air tanah serta karakteristik lapisan sedimen dan beban bangunan di atasnya









Gambar1. Perkembangan Daerah Terbangun di Jakarta dan Sekitarnya
                                                                                        
 
Djakapermana, 2008, dalam Abidin et al, 2011

e.      Ward, PJ et all, 2011, “Coastal Inundation and damage exposure estimation: a case study for Jakarta”, Nat Hazard, 56, pp 899-916 --> kajian 2010

  • F Estimasi kerusakan pada kejadian banjir ekstrim dengan periode pengulangan 100 dan 1000 tahun adalah tinggi (4 juta dan 5,2 trilyun Euro).
  • Dengan skenario ini, pada 2100, kemungkinan kerusakan akan meningkat dengan faktor 4-5 dengan perbedaan yang kecil antara skenario kenaikan permukaan air laut yang rendah/tinggi.
  • Peningkatan ini terjadi karena tingkat penurunan tanah yang tinggi dan melupakan pembangunan sosial ekonomi.
  • Perlunya perhatian khusus terhadap masalah penurunan tanah untuk menghindari bencana di masa depan.



Gambar 2. Peta Penggunaan Lahan


f.          Texier, Pauline, 2008, “Floods in Jakarta: when the extreme reveals daily structural constraints and mismanagement”, Disaster Prevention and Management, 17 (3), pp 358-372

  • Faktor manusia dominan dalam menjelaskan besarnya banjir di tahun 2007.
  • Urbanisasi ikut bertanggungjawab atas kejadian banjir karena menutup permukaan tanah (waterproofing the soils)-->limpasan air meningkat.
  • Masyarakat dari daerah miskin ilegal yang paling terkena dampak.
  • Perilaku mereka dan strategi mereka sanagt ditentukan oleh hambatan sehari-hari yang mereka hadapi (kemiskinan, buang sampah sembarangan )









g.      Pola Hidrologis dan DampaknyaPola Hidrologis dan Dampaknya
 
BMG, Cliliwung Cisadane Project dan Tempo, 2007 dalam Texier, 2008BMG, Cliliwung Cisadane Project danTempo, 2007 dalam Texier, 2008

Siswanto, Bambang, 2011, “Evaluasi Kebijakan Pengambilan dan Pemanfaatan Air Tanah di Provinsi DKI Jakarta”, Tesis, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor

  • Kapasitas produksi dan distribusi PAM DKI Jakarta yang relatif tetap, di sisi lain pertumbuhan jumlah penduduk, urbanisasi, perkembangan bisnis, industri, dan sektor pelayanan publik terus meningkat, menyebabkan pengambilan dan pemanfaatan air tanah terus meningkat.
  • Pengambilan dan pemanfaatan air tanah di Provinsi DKI Jakarta diduga telah sampai pada tahap yang dapat mengakibatkan terjadinya penurunan muka air tanah, amblesan, dan intrusi air laut.
  • Faktor lain yang menyebabkan terjadinya kecenderungan pemanfaatan air tanah di Provinsi DKI Jakarta adalah: (1) harga perolehan air tanah yang jauh lebih murah dibandingkan tarif pemakaian air Perusahaan Air Minum (PAM) DKI Jakarta; (2) pemompaan air tanah sifatnya in-situ sehingga ketersediaannya tidak tergantung pihak lain dan membuat ketersediaan air lebih terjamin; (3) rejim pengelolaan air tanah yang secara “de facto” merupakan “open access”; dan (4) implementasi dan penegakan peraturan perundangan yang masih belum optimal.
  • Kenaikan pajak air tanah signifikan menurunkan pengambilan dan pemanfaatan air tanah pada sumur-sumur yang terletak di dalam jangkauan pelayanan PAM DKI Jakarta, tetapi tidak signifikan menurunkan pemakaian air tanah di luar area pelayanan perusahaan tersebut. Setelah kenaikan pajak air tanah, biaya perolehan air tanah untuk semua kelompok pelanggan dan besaran pemakaian lebih besar dibandingkan biaya perolehan air bersih yang disediakan oleh PAM DKI Jakarta

Selasa, 12 Agustus 2014

Erdogan Menjadi Pemimpin Sejati Umat Islam se-Dunia?

ISTAMBUL (voa-islam.com) - Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan, mengukir sejarah dalam karir politiknya. Di mana mantan Walikota Istambul itu, tak tertandingi lagi oleh kandidat lainnya, dan populeritasnya yang tinggi dikalangan rakyat Turki, nampaknya dia akan menjadi presiden pertama Turki yang dipilih secara bebas, Minggu, 9/8/2014.

Para pendukung Erdogan melihat bangkitnya dukungan rakyat sebagai puncak prestasinya membangun kembali Turki di era perubahan global, dan menempatkan Turki sebagai kekuatan Eropa baru. Erdogan mengangkat kembali martabat dan keunggulan Turki diantara bangsa-bangsa Eropa.

Hanya dalam satu dekade sebagai perdana menteri, ia menyingkirkan semua warisan dan dominasi  yang pernah dibangun oleh kaum Kemalis, sejak kelompok sekuler yang dipimpin Mustafa Kemal Ataturk mendirikan republik modern, sesudah menghancurkan Khilafah Ottoman pada tahun 1923.

Memang, Erdogan masih sering mengatakan tentang warisan sekulerisme yang dibangun oleh Kemal Ataturk, dan visinya tentang Islam yang akan dia  wujudkan dalam pembangunan Turki di masa depan sampai tahun 2023.

Perlahan-lahan sekulerisme yang sudah berumur 100 tahun akan tenggelam oleh bangkitnya rakyat Turki yang kembali kepada masa lalunya, yaitu Islam. Erdogan tidak pernah menutupi terhadap masa lalu Turki yang pernah menjadi imperium Islam, Turki Otttoman. Ruh kebesaran masa lalu Turki sebagai imperium Islam itu, yang terus memberikan inspirasi kepada Erdogan. "Dengan asumsi bahwa Erdogan menang, apa yang akan kita lihat awal  lahirnya dari sebuah era baru," kata Marc Pierini, mantan Duta Besar Uni Eropa untuk Turki,  dan anggota ‘think-thank’ di Carnegie Eropa.

Selama ini,  presiden Turki dipilih oleh parlemen, tetapi di bawah undang-undang baru, sekarang presiden dipilih langsung oleh rakyat. Presiden memiliki masa jabatan selama lima tahun. Sekalipun belum selesai penghitungan suara, kemungkinan dengan populeritas Erdogan, dan dukungan rakyat Turki yang besar,  Erdogan akan menjadi presiden Turki lima tahun mendatang. Turki melarang publikasi jajak pendapat sebelum pemungutan suara, tapi dua survei bulan lalu menurunkan laporannya, bahwa dukungan Erdogan antara, 55-56 persen.

Erdogan menggungguli  20 poin dari kandidat oposisi utama, yaitu Ekmeleddin Ihsanoglu, yang sekarang menjadi Sekjen OKI (Organisasi Konferensi Islam), dan dengan dukungan suara yang dipereloh itu, Erdogan sudah cukup mengamankan mayoritas sederhana yang dibutuhkan untuk menang di babak pertama. Sementara itu, Selahattin Demirtas, kepala sayap kiri pro-Kurdi Partai Rakyat Demokratik, menempati posisi  ketiga.

Dengan kemenangannya itu, parlemen  memberinya wewenang  mengadakan pertemuan kabinet, serta menunjuk perdana menteri, dan anggota badan legitimasi  peradilan Turki, termasuk mahkamah konstitusi dan dewan tertinggi hakim.

"Ketika seorang seperti Erdogan menjadi presiden terpilih pertama dengan populeritas yang tinggi, bahkan jika konstitusi tetap tidak berubah, itu berarti Turki telah beralih ke sistem semi-presidensial," kata seorang pejabat senior dari putusannya AK Party. "Mulai Minggu ini akan ada sistem baru", tambahnya.  

Era Baru

Kemenangan Erdogan menandai tetap adanya kepercayaan dan dukungan rakyat, sesudah kekacauan yang  luar biasa selama hampir satu tahun, dan selama satu tahun itu sebagai masa  yang paling sulit bagi Erdogan.

Kemenangan Erdogan ini berarti menggambarkan bangkitnya kembali dukungan rakyat terhadap mantan walikota Istambul, sesudah kerusuhan musim panas yang hebat di Gezi. Di mana Erdogan dan pemerintahannya nyaris hancur, akibat tuduhan dugaan skandal korupsi, yang ditudukan oleh ulama yang menetap di  Amerika Serikat, Fethullah Gulen.

Erdogan menuduh Gulen, di mana jaringan pengikutnya yang  memegang pengaruh di kepolisian dan peradilan, menggunakan isu "skandal korupsi", serta berusaha menggulingkannya.

Timothy Ash, direktur  penelitian pasar negara-negara berkembang di Standard Bank di London, membandingkan keterampilan politik dengan para pemimpin Amerika dan Inggris masa lalu dengan Erdogan.
"Jangan pernah bertaruh melawan Erdogan, karena ia pemimpin politik yang brilian - Erdogan adalah  Bill Clinton atau Tony Blair Turki dalam hal kemampuan mereka membentuk kepercayaan mayoritas bangsa," kata Ash dalam catatannya tentang Erdogan.

Pasar keuangan Turki  menyambut positif atas kemenangan Erdogan, dan ini sebagai sebagai tanda adanya keberlanjutan kebijakan ekonomi Turki. Sejak berdirinya Partai AK pada tahun 2001, Erdogan telah membawa  pertumbuhan yang sangat pesat dan stabilitas ekonomi Turki, sesudah menghadapi kekacauan ekonomi yang sangat parah di masa lalu.

Pejabat senior AK mengatakan menteri luar negeri Ahmet Davutoglu, yang memiliki dukungan kuat dalam Partai AKP yang menjadi tangan kanan Erdogan dalam kebijakan luar negeri, kemungkinan akan menggantikan Erdogan.

Nampaknya dengan memanfaatkan "Demokrasi menjadi tulang punggung kesuksesan kami," katanya kepada Reuters dalam sebuah wawancara pada hari Rabu. "Seorang presiden yang populer, dan  terpilih akan menjadi dasar yang kuat bagi dukungan partai kami,  dan menjadi pelayan yang baik bagi rakyat, serta semua ini akan memotivasi kita ... Seharusnya tidak akan ada kekhawatiran tentang masa depan Turki”, ungkap Davotoglu.

Erdogan menjadi tokoh paling penting di Dunia Islam, perhatiannya yang sangat besar terhadap bangsa-bangsa Muslim di seluruh dunia, terutama Muslim di Gaza yang dihancurkan oleh Zionis-Israel.

Erdogan berhadapan dengan Amerika dan Zionis-Israel, tanpa ragu, dan menuduh Zionis-Israel sebagai Hitler dan Nazi yang melakukan ‘holoucust’ terhadap bangsa Palestina di Gaza. Satu-satunya negara yang pemimpin dan rakyatnya yang menaruh perhatian sangat besar terhadap rakyat Palestina hanyalah Turki.

Turki dengan penduduk 85 juta jiwa, dan 99 persen Muslim Sunni, dan Turki dibawah Erdogan akan menjadi faktor penting bagi dunia Islam. Erdogan bukan hanya berhasil menempatkan pada posisi bangsa Turki yang sangat bermartabat dan terhormat di di mata para pemimpin dunia, tetapi Erdogan juga berhasil menjadi katalisator antara Dunia Islam dengan Barat.

Erdogan dan Turki mewarisi kebesaran masa lalu yaitu Khilafah Ottoman, dan ini menjadi modal Erdogan dan bangsa Turki, memimpin kembali masa depan dunia, dan Dunia Islam. Islam di Turki terus berkembang, dan pengaruh Islam semakin kuat, bukan hanya di Turki, tetapi di Eropa, termasuk di negara-negara Balkan, yang pernah menjadi bagian Khilafah Ottoman.

Turki dibawah Erdogan menjadi fokus perhatian seluruh pemimpin dunia atas kemampuannya membawa negara Muslim itu, sebagai kekuatan baru di tengah-tengah kekacauan yang luar biasa di seluruh Dunia Islam sekarang ini. Wallahu’alam.